Berikut ini saya sediakan sedikit Informasi mengenai Ganja, Semoga Bermanfaat buat kalian !!!
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak
nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji
hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat,
taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga saya dapat
menyelesaikan tugas ‘’Manfaat
dan Bahaya Ganja di Lingkungan Masyarakat’’
Dalam penyusunannya, saya memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu saya AGUNG ASHARI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mau membantu saya dan memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun kita semua pada langkah yang lebih baik lagi.
PANGKAJENE,
08 DESEMBER 2013
Penyusun: AGUNG ASHARI
1.1 Gambar Daun Ganja
Penggunaan ganja awalnya yaitu di Cina pada tahun 2737 SM.
Konon, waktu itu ganja atau cannabis digunakan untuk mengobati
penyakit seperti rematik, malaria, beri-beri, sifat pelupa dan sakit perut. Dan
katanya lagi ganja merupakan jenis daun-daunan atau ramuan yang paling aman
digunakan, sebab mustahil daun mengakibatkan efek beracun dalam tubuh. Menurut situs pengetahuan Narkotika, HIV, AIDS, dan Pendidikan Seks, ganja dapat menimbulkan efek samping yang berbeda bagi penggunanya. Efek yang paling umum dari ganja adalah perasaan teler atau melayang-layang. Efek-efek lain termasuk piaranoia, muntah-muntah, kehilangan koordinasi, kebingungan, mata merah, dan berhalusinasi.
Sedangkan efek jangka panjangnya, ganja dapat mengakibatkan
risiko tinggi seperti bronkitis, kanker paru-paru, serta penyakit pernapasan
(sebab ganja mengandung TAR dua kali lebih banyak
dari ROKOK),
kerusakan sistem kekebalan tubuh, kerusakan memori jangka pendek, daya pikir
logika, dan koordinasi berat badan, serta gejala gangguan kejiwaan yang berat.
Ganja juga dapat menyebabkan penggunanya menjadi ketergantungan dan kecanduan.
Namun, dari sisi medis, ganja mengandung THC (tetrahyahocannabinol) yang terdiri dari Delta -9-THC dan Delta -8-THC. Delta -9-THC mempunyai efek mempengaruhi pola pikir otak manusia melalui cara melihat sesuatu, mendengar, dan mempengaruhi suasana hati pemakainya. Para ilmuwan medis percaya bahwa Delta -9-THC dapat mengobati berbagi penyakit. Misalnya, daun dan biji tanaman cannabis dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker dan tumor.
2.1 Daun Ganja
|
Lalu, akar dan batangnya dapat dibuat ramuan yang mampu
menyembuhkan penyakit, diantaranya kram perut, disentri, asma, anthrax, luka
bakar, dan lain-lain. Di Inggris sendiri terdapat suatu lembaga yang khusus
melakukan penelitian terhadap ganja secara medis dan farmasi, yakni Marijuana Center. Hasil penelitian,
kandungan kimia dalam ganja dapat membantu penyembuhan penyakit dalam tubuh
antara lain seperti tonic (penguat), analgesic, penghilang rasa sakit, dan
penenang.
Bahkan efek ganja yang dapat meningkatkan nafsu makan
ternyata bagus bagi penderita AIDS dan anorexia nervosa yang perlu dibangkitkan
selera makannya. Sedangkan perasaan teler atau melayang dikaitkan dengan
keceriaan atau tertawa yang konon dapat membantu kekuatan penyembuhan tubuh dan
jiwa.
Di Indonesia dalam Undang-undang no. 22 tahun 1997 tentang
Narkotika, disebutkan bahwa narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Sementara
yang dimaksud dengan narkotika dalam Undang-Undang tersebut terdiri dari tiga
golongan yaitu, Golongan OPIAT (heroin, morfin, madat dan lain-lain), Golongan KANABIS
(ganja, hashish) dan Golongan KOKA (kokain, krack). Nah, berarti jelas kan
bahwa ganja di Indonesia memang dilarang.
Ada aturannya lagi! Namun, anehnya, ganja itu kan dilarang
ya..tapi tanaman cannabis atau ganja itu sendiri malah tumbuh subur di Aceh
sana. Bahkan kalau dihitung-hitung, ladang-ladang ganja di Aceh dapat menjadi
salah satu sumber pendapatan negara! Waduh, jadi ganja ini anugerah atau
musibah?
Tanaman ganja tumbuh seperti layaknya rumput liar biasa yang
dapat tumbuh dimana saja. Namun memang memerlukan kultur tanah tertentu dan
iklim yang mendukung. Ternyata, kultur dan iklim di Aceh mendukung kesuburan
ganja ini! Ganja dan Makanan
Selain dapat dihisap, ternyata ganja dapat digunakan sebagai salah satu ramuan dalam makanan maupun minuman.
Selain dapat dihisap, ternyata ganja dapat digunakan sebagai salah satu ramuan dalam makanan maupun minuman.
Campuran ganja katanya bisa ditemukan sebagai bumbu sayur,
gulai, mie, campuran kopi, bahkan dodol. Nah, dodol ganja ini hampir sama
bentuknya dengan dodol biasa, namun bedanya dodol ganja dibungkus daun seperti
nasi timbel. Itu berdasarkan dari hasil searching di internet, icip-icip.com
menemukan resep-resep makanan yang mengikut sertakan ganja dalam pembuatan saus
spaghetti, brownies, banana bread, chocolate chip cookies, dan es krim.
Wah, wah..nggak kebayang rasanya bagaimana..Jadi lebih enak
atau nggak ya? Namun, kalau di Indonesia.. Konon nih..katanya..di Pulau Sumatra
(sekitar Aceh, Padang, dan Medan) ganja juga dijadikan campuran dalam makanan.
Ada yang bilang dicampurkan ke dalam kuah gulai, nasi, atau mie. Terus katanya
lagi, rasanya memang jadi lebih enak sebab menambah nafsu makan bagi yang
memakannya. Benar atau tidak ya tergantung yang makannya sih..
3.1 Penunggu yang memakan Barang Haram
Kabarnya di London ada seorang nenek yang ditangkap karena
memiliki empat pohon ganja dan menyimpan serbuk ganja di dapurnya-selama ini si
nenek memang punya kebiasaan khas yaitu menambahkan beberapa lembar daun ganja
dan serbuk ganja pada makanan kegemarannya, mulai dari kari, kaserol, biskuit,
sup, bahkan es krim. Si nenek menyatakan kalau semua itu bagian dari pengobatan
yang dijalaninya.
Katanya
ganja mampu mengurangi depresi, pegal-pegal, dan sakit punggung. Polisi pun
langsung menyita kari, es krim dan kaserol yang mengandung ganja di lemari es
si nenek. Namun polisi tidak menyita semua masakan yang bisa menjadi barang
bukti karena tidak ingin mengganggu kesenangannya.
Ya ampun! Setujukah? Icip-icip.com mencoba mencari
orang-orang yang pernah mengkonsumsi makanan yang mengandung campuran ganja.
Namun, ternyata agak sulit mencarinya. Kalau yang sekedar menghisap ganja sih
banyak! Kebanyakan mengaku belum pernah mencicipi makanan seperti itu. Atau
malah memang tidak tahu dan tidak sadar kalau makanan yang pernah dimakannya
ada yang mengandung campuran ganja? Yang pasti, karena ganja di Indonesia
dilarang dari mulai penyimpanan, pemakaian, hingga pengedarannya.
Maka peredaran makanan dan minuman yang mengandung campuran
ganja juga tidak terdeteksi alias ilegal. Lalu, kira-kira bagaimana pendapat
orang-orang tentang keberadaan ganja dalam makanan atau minuman. Setuju atau
tidak? Seorang vokalis sebuah band berpendapat setuju kalau ada campuran ganja
dalam makanan asal sedikit kadar atau dosisnya. “Soalnya kan cuma sebagai
penambah selera makan.” komentarnya. Ia tahu bahwa ganja juga dijadikan
campuran dalam beberapa jenis makanan. “Gue pernah lihat sampai ada di
brownies. Kalau kebanyakan katanya jadi bisa bikin mabok!” jelasnya lagi.
Sedangkan Riri, aktivis sebuah organisasi berpendapat lain.
“Nggak setuju sih kalau gue. Abis kan ganja dilarang terus haram lagi. Mau
sedikit mau banyak kalau memang dilarang, ya udah nggak usah ngeyel!” jelasnya.
Hal serupa dilontarkan oleh Fadli, seorang karyawan. “Ganja kan dilarang ya,
jadi ya udahlah jangan macem-macem.. Lalu, seorang teman pernah mencoba
mencampurkan ganja ke dalam kopi dan teh. Ia tidak merasakan efek ganja yang
katanya membuat makanan atau minuman menjadi lebih enak. Efek ganja yang
memabukkan juga tidak ia rasakan. “Itu kayaknya sugesti, karena gue ngebuktiin
nggak ngaruh ke teh,” jelasnya.
Namun, ia sendiri berpendapat bahwa setuju-setuju saja ada
kandungan ganja di dalam makanan. “Nggak masalah asal enak.”
Hmm…memang benar ya Tuhan nggak mungkin menciptakan sesuatu kalau tidak ada gunanya. Seperti ganja ini. Di satu sisi, ganja dianggap berbahaya dan sebagai pintu gerbang menuju narkotika. Namun, di sisi lain ternyata ganja punya efek-efek positif, terutama dalam bidang medis dan farmasi. Nampaknya, pelarangan akan penyimpanan, penggunaan, hingga pengedaran ganja di beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia dikarenakan ada penyalahgunaan dari ganja itu sendiri.
Hmm…memang benar ya Tuhan nggak mungkin menciptakan sesuatu kalau tidak ada gunanya. Seperti ganja ini. Di satu sisi, ganja dianggap berbahaya dan sebagai pintu gerbang menuju narkotika. Namun, di sisi lain ternyata ganja punya efek-efek positif, terutama dalam bidang medis dan farmasi. Nampaknya, pelarangan akan penyimpanan, penggunaan, hingga pengedaran ganja di beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia dikarenakan ada penyalahgunaan dari ganja itu sendiri.
Yang anehnya di Indonesia, walaupun ganja dilarang, tumbuhan
ganja malah tumbuh subur di Aceh. Bahkan sampai dijadikan bahan campuran dalam
sejumlah makanan dan minuman. Sampai saat ini memang masih simpang siur
mengenai efek dari campuran ganja dalam makanan dan minuman. Ada yang bilang
memabukkan, ada yang bilang itu hanya sugesti.


